Artikel Terkini Klik disini untuk Berlangganan Gratis Via Email

Bioskop Terbelah di Amerika Adalah HOAX


Saat ini September 2012, banyak beredar baik melalui BBM ataupun media sosial yang menyatakan bahwa terdapat sebuah bioskop di AS yang terbelah dua saat penayangan film pelecehan Nabi Muhammad SAW, hal ini merupakan dampak dari beredarnya film The Innocent of Mouslim . 

Dalam informasi tersebut dikatakan Gedung Bioskop itu terbelah dikarenakan gempa. Setelah di telusuri ternyata berita itu ternyata palsu alias HOAX, karna kebenarannya bahwa foto ini merupakan foto gempa pada tahun 2010 saat terjadi Gempa di Chili yang berkekuatan 8,8 (SR).

Berikut adalah Foto Bioskop terbelah karena gempa pada tahun 2010
http://atjehpost.com
Dibawah ini merupakan Apartmen yang terbelah karena gempa, namun foto ini banyak di share dengan keterangan sebagai bioskop yang terbelah selesai pemutaran Film the Innocent of mouslim
wordpress.com

Menyoal Pernikahan Dalam Perspektif Penjelajah “Nakal”

Pernikahan, dengan segala keunikannya memang menarik dan menjadi sesuatu hal yang sakral di tengah masyarakat Indonesia, dan keaneka Ragaman adat budaya warisan leluhur memang manjadi faktor utama pernikahan itu sedemikian beragam, keadaan tersebut ternyata tak luput menjadi perhatian Penjelajah “Nakal” juga.

Pada Umumnya biaya pernikahan memang tak bisa di bilang murah, sejak dari lamaran (pra nikah), prosesi pernikahan hingga  biaya awal dalam menjalin sebuah keluarga baru bagi pasangan yang baru menikah tersebut.

Biaya yang ditanggung dalam prosesi pernikahan memang beragam, dan pada umumnya di biayai oleh pihak laki-laki, meskipun pelaksanaanya atau hari H pernikahan tersebut dilakukan  di tempat pihak perempuan, atau bisa juga di dalaksanakan di tempat lain yang berada  jauh dari kedua belah pihak.

Adapun siapa yang menangung biaya tersebut, itulah yang di garis bawahi disini, karna biasanya biaya yang besar itu yang dikabarkan biaya pernikahan termahal di Indonesia hingga mencapai 10 miliar biasanya di tanggung oleh pihak laki laki, dan sebagai laki-laki ,Penjelajah “Nakal” itu cukup menunduk melihat keadaan dirinya sendiri, “ckckckck”.

Keadaan tersebut seperti halnya yang di ceritakan Ama Atiby dalam tulisannya di Kompasiana  Mas Kawinnya 20 Mayam, dimana seorang laki-laki merasa berat akan biaya pernikahan yang harus di tanggungnya.

Disisi lain ternyata di Indonesai ini memang menyimpan keunikan tersendiri, dan ketika mengetahui di Pariaman, ternyata ada tradisi bajapuik “transaksi perkawinan”, yang pengetian secara sederhananya adalah laki laki menerima sejumlah barang bernilai baik itu uang maupun perhiasan dari perempuan yang melamarnya.
Pengertian awal Bajapuik yang kemudian di tepis pada paragraf setelah ini,  konotasinya adalah begitu berharganya Penjelajah “Nakal” ini menjadi seorang laki laki, dimana kali ini dia akan di beli oleh seorang perempuan, bahkan dapat menentukan berapa minimal harga yang harus di bayar pihak prmpuan sebagai plamar tersebut.

Secara umum (orang minang) bajapuik“dijemput” merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang minang dalam prosesi adat perkawinan, karena dalam sistem matrilineal posisi suami merupakan orang datang, oleh karena itu,  disambut oleh sang tuan rumah dengan beragam jamuan.

Namun, di Pariaman prosesi ini diinterpretasikan kedalam bentuk tradisi bajapuik, yang melibatkan barang-barang yang bernilai seperti uang,  sehingga kemudian ada lagi istilah yang  dikenal dengan uang japuik, agiah jalang dan uang hilang.

Secara teori tradisi bajapuik ini mengandung makna saling harga menghargai antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki. Ketika laki-laki dihargai dalam bentuk uang japuik, maka sebaliknya pihak perempuan dihargai dengan uang japuik yang dilebihkan atau dinamakan dengan agiah jalang. Kabarnya, dahulu kala, pihak laki-laki akan merasa malu kepada pihak perempuan jika nilai agiah jalangnya lebih rendah dairpada nilai uang japuik yang telah mereka terima,  makna saling menghargai inilah yang menjadi prinsip dasar dari tradisi bajapuik.

Namun demikian dalam aplikasinya terdapat jurang yang tajam antara teori dan prakteknya. Tradisi yang dilaksanakan oleh masayarakat hingga kini sudah jauh berbeda dengan prinsip dasarnya. Jika sebelumanya nilai agiah jalang melebihi uang japuik, maka dalam prakteknya sekarang nilai agiah jalangmalah lebih rendah dari pada nilai uang japuik. bahkan dalam perkembangnya muncul pula istilah yang disebut dengan uang hilang, uang hilang ini merupakan pemberian uang atau barang oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki, yang sepenuhnya milik laki-laki yang tidak dapat dikembalikan.

Dari temuan itulah Penjelajah “nakal” mengartikan sesuatu yang cukup membuat lelaki membanggakan diri sebagai sosok yang dihargai di Pariaman, adapun bagaimana realitasnya sekarang sebaiknya kita kembalikan lagi kepada warga di Sumatra Barat itu, karna lagi lagi ini hanyalah dalam perspektif Penjelajah “Nakal”

Sebaiknya kita kembali lagi dalam realita yang ada sekarang, dimana memang laki laki sudah selazimnya menanggung lebih besar dari biaya pernikahan tersebut. adapun fenomena di atas hanyalah sebuah cerita unik yang di temukan Penjelajah “Nakal” dalam mencari hal hal baru dalam kehipannya sebagai bekal pengalaman di masa depan.

Dan berikutnya, mari kita nantikan gaya pernikahan seadanya dengan biaya minimum yang sementara di susun oleh si Penjelajah “Nakal”
**************
**************
Dari berbagai sumber :

Kereta Api Batik, Sarana Transportasi Menawarkan Budaya Nasional



Peluncuran  KA Batik yang diberi nama “Rahayu Neng Bawono”  pada hari selasa 15 februari 2011, merupakan sarana transportasi yang bisa mewakili salah satu produk dalam negri ini.
Motif batik yang membalut KA tersebut, didesain seniman jebolan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRDITB) dibawah koordinasi Yosep Adiguna, merupakan  motif batik Trusmi Cirebon Jawa Barat, batik Mega Mendung dan ragam batik Puwokerto, Yogya dan Solo. Dengan lukisan bunga, burung merak, kupu-kupu dan wayang.
Keindahan yang membalut sarana Transportasi yang notabene dipergunakan dan kehidupan sehari hari oleh penggunanya tentu menjadi  media advertising yang tanpa disadari efektif mengenalkan budaya Nasional.
Keindahan yang membalut KA tersebut memang diakui keindahannya dan menjadi terobosan dalam menghiasai sarana transfortasi, hal ini terbukti dengan tercatatnya dalam rekor (MURI) sebagai KA batik pertama di Indonesia, bahkan di dunia.
Untuk saat ini memang baru satu saja KA yang dihisai balutan batik ini dengan jurusan Statsion Bandung- Gambir Jakarta.
Upaya ini memang menjadi salah satu cara  memelihara dan  melestarikan Batik sebagai warisan Budaya Nasional, sama halnya dengan penggunaan batik pada seragam Perkantoran dan para Pramugari yang senantiasa berinteraksi dengan turis Lokal maupun International.
Dengan demikian semoga kedepannya kita, lebih mengenal dan mencintai Budaya Nasional warisan leluhur kita (khususnya batik) dalam semua kekreatipan kita dalam semua aktifitas yang kita lakukan.
Salam Kreatif dalam melestarikan Budaya Nasional.
***************
***************
Dari berbagai Sumber :
.